Moderasi Beragama di Tanah Gerbang Salam ; Sejarah dan Multikulturalisme

Category:

Penulis : Ali Topan, M.Hum.

Editor: Moh. Afandi

Meskipun Madura seringkali diientikkan dengan stereotip negatif sebagai wilayah yang mudah terlibat konflik, keras, dan fanatik terhadap agama, ternyata menyimpan sisi positif yang sangat moderat. Masyarakat Tanah Gerbang Salam (Kabupaten Pamekasan) menunjukkan sikap inklusif dan toleran, hidup rukun antarumat beragama. Tempat ibadah umat Buddha (Vihara) berdiri di tengah komunitas Muslim, sementara gereja terletak berhadapan dengan masjid, tanpa adanya gangguan atau gesekan antaragama. Keberagaman ini terjaga dengan damai, meskipun di luar Madura, sejarah mencatat adanya diskriminasi terhadap umat minoritas, seperti umat Tionghoa yang dibatasi oleh Inpres No. 14 Tahun 1967 pada masa Orde Baru, serta diskriminasi terhadap umat Kristen setelah reformasi, termasuk pelarangan pembangunan gereja dan pengeboman gereja.

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk memahami pentingnya sikap inklusif dan toleransi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, serta bagaimana cara-cara tersebut dapat diadaptasi di masyarakat yang lebih luas. Selain itu, buku ini juga menawarkan solusi untuk mengatasi intoleransi dan diskriminasi yang sering terjadi di masyarakat multikultural, serta memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak Tanah Gerbang Salam dalam menciptakan harmoni dalam keberagaman.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Moderasi Beragama di Tanah Gerbang Salam ; Sejarah dan Multikulturalisme”

Your email address will not be published. Required fields are marked *